... Baca selengkapnyaDi umur 20-an, aku sempat ngerasa hidup tuh kayak lomba lari. Rasanya dikejar angka 25: harus sukses, harus mapan, harus punya semuanya. Tapi makin ke sini, aku sadar ada beberapa kebiasaan yang justru bikin capek mental, dan ini 5 hal yang pelan-pelan aku stop lakuin.
1. Overthinking setiap keputusan kecil
Dulu aku bisa habisin berjam-jam cuma buat mikirin: "Mending apply kerjaan ini nggak ya?", "Kuliah lanjut apa nggak?", sampai milih menu makan aja overthinking. Akhirnya bukan makin jelas, malah makin cemas. Sekarang aku coba bikin aturan ke diri sendiri: kalau keputusan itu dampaknya kecil dan bisa diubah, aku kasih batas waktu mikir, misal 10–15 menit, lalu putuskan. Untuk keputusan besar, aku tulis pro-kontra di catatan, tanya 1–2 orang yang aku percaya, habis itu berhenti cari pendapat orang lain. Ternyata setelah dijalani, banyak hal yang nggak semenakutkan itu saat kita udah berani milih.
2. Ngebandingin diri terus sama orang lain
Scroll sosmed, lihat teman udah kerja di kantor keren, nikah, atau sering liburan, bikin aku sering nanya: "Aku salah langkah ya?" Padahal kita cuma lihat highlight hidup orang lain, bukan perjuangannya. Aku mulai stop kebiasaan ini dengan cara kurangi follow akun yang bikin aku insecure dan lebih banyak follow akun yang isinya edukasi atau motivasi sehat. Aku juga bikin daftar pencapaian kecil versi aku sendiri, misal: berani apply kerjaan baru, rutin nabung, atau konsisten baca buku. Itu bantu aku fokus sama progress pribadi, bukan hidup orang lain.
3. Mikir harus sukses di usia 25 tahun
Tekanan "harus sukses sebelum 25" itu sebenarnya cuma standar yang dibikin-bikin. Banyak orang yang baru nemu jalan hidupnya di umur 30-an atau bahkan 40-an. Aku coba ubah mindset: umur 20-an itu masa eksplorasi, bukan finish line. Daripada terobsesi sama kata "sukses", aku sekarang lebih fokus ke: apa aku berkembang dibanding versi diriku yang kemarin? Entah itu dari skill, cara mikir, atau cara aku handle masalah.
4. Selalu nggak enakan sama orang lain
Kebiasaan "gak-enakan" bikin aku sering ngomong iya padahal capek, setuju padahal nggak mau. Ujung-ujungnya aku yang stres dan ngerasa nggak pernah punya waktu buat diri sendiri. Pelan-pelan aku belajar bilang "nggak dulu ya, aku lagi capek" atau "kayaknya aku nggak bisa bantu kali ini". Awalnya canggung, tapi lama-lama aku sadar: orang yang benar-benar sayang sama kita nggak akan marah cuma karena kita jujur soal batas diri.
5. Takut mulai sesuatu yang baru
Aku pernah tunda-tunda mulai hal baru, entah itu kursus, hobi, atau apply kerjaan lain, cuma karena takut gagal dan dinilai orang. Padahal kalau nggak pernah mulai, aku bakal stuck di tempat yang sama. Sekarang, kalau ada hal baru yang pengin dicoba, aku mulai dari versi paling kecil: ikut kelas gratis dulu, belajar dari YouTube, atau ngobrol dengan orang yang sudah lebih dulu terjun di bidang itu. Semakin sering nyoba, rasa takutnya perlahan berkurang.
Kalau kamu sekarang lagi di umur 20-an dan masih ngerasa belum punya apa-apa, itu nggak apa-apa. Yang penting kamu tetap bergerak, belajar, dan stop pelan-pelan 5 kebiasaan ini. Hidup nggak harus sempurna di satu usia tertentu. Yang penting, tiap hari kamu jadi sedikit lebih baik dari kemarin dan makin bisa love yourself tanpa ngerasa dikejar standar orang lain.