sering denger 'high value woman' itu yang gimana? Yang perfect kayak di film? Helloww! Definisi 'high value' ala Gen Z itu beda! Bukan cuma soal fisik atau dompet tebal, tapi ini nih yang lebih penting!
... Baca selengkapnyaKalau dulu aku mikir high value woman itu harus super cantik, badannya ideal, kerjaan mapan, dompet tebal, hidupnya aesthetic tiap hari. Tapi makin ke sini, apalagi di usia 20++++, aku sadar definisi "high value" itu jauh lebih dalam dan personal.
Pertama, soal otentik. Di gambar ada tulisan "Otentik Itu Mahal! No Fake-Fake Club" dan itu kerasa banget di hidupku. Dulu aku sering ikut-ikutan gaya temen, cara ngomong, bahkan mimik kehidupan mereka biar dianggap keren. Tapi capek banget pura-pura. Pas aku mulai berani jadi diri sendiri—gaya berpakaian yang nyaman, cara ngomong apa adanya tapi tetap sopan, minat dan hobi yang memang aku suka—hidup jadi jauh lebih ringan. Ternyata, orang yang tepat justru respect saat kita otentik, bukan saat kita pura-pura.
Kedua, ambisi. "Ambis Boleh, Tapi Gak Buta!" itu ngena. Aku pernah di fase kerja rodi, ikut semua project, lembur terus, belajar ini-itu sampai hampir burnout. Ambisi perlu, tapi kalau sampai bikin kita lupa kesehatan mental dan fisik, itu bukan high value, malah self-neglect. Sekarang ambisi aku lebih seimbang: tetap punya target karier dan skill yang mau dipelajari, tapi juga tahu kapan harus istirahat dan nikmati hidup.
Ketiga, batasan. "Batasan Itu Penting! Kalo perlu Cut Off" bukan cuma quote aesthetic. Aku pernah sulit bilang "nggak" ke orang, akhirnya sering dimanfaatkan, baik soal waktu, tenaga, bahkan perasaan. Belajar bikin batasan—nggak selalu standby buat semua orang, berani jaga jarak dari yang toxic, dan sadar kalau "cut off" itu kadang perlu—bikin aku lebih tenang. Kita nggak jahat hanya karena memilih melindungi diri sendiri.
Keempat, keuangan. "Keuangan Kamu, Tanggung Jawabmu!" bikin aku mikir ulang soal duit. Dulu aku sering impulsif belanja, ngikutin tren biar nggak FOMO. Padahal, jadi high value itu juga soal tanggung jawab sama finansial sendiri: punya tabungan, ngerti prioritas, nggak selalu bergantung sama orang lain. Rasanya beda banget saat bisa bayar kebutuhan sendiri dan nggak panik tiap awal bulan.
Terakhir, self-care. "Self-Care Bukan Cuma Rebahan!" bener banget. Rebahan penting, tapi self-care versi aku sekarang lebih ke isi ulang otak dan hati: journaling, jalan sendiri ke kafe sambil baca buku, olahraga ringan, ngobrol sama orang yang suportif, atau sekadar digital detox dari sosmed. High value woman itu bukan yang nggak pernah capek, tapi yang tahu cara merawat dirinya.
Jadi kalau kamu lagi cari cara jadi high value woman, mulai aja pelan-pelan: jadi diri sendiri, punya ambisi yang sehat, berani pasang batasan, belajar mandiri finansial, dan rutin self-care. Nggak perlu perfect kayak di film, yang penting kamu terus tumbuh dan menghargai diri sendiri tiap hari.
aku akhir akhir ini udah nerapin batasan, buat cut off temen temen yang toxic, tapi sekrang aku malah ngerasa ga punya temen. Itu emang normal kah kak?
aku akhir akhir ini udah nerapin batasan, buat cut off temen temen yang toxic, tapi sekrang aku malah ngerasa ga punya temen. Itu emang normal kah kak?