Al-Baqarah 2:94-101
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Surah 2:94-101 Al-Baqarah (Sapi)
Sholawat semoga senangtiasa tercurah kepada baginda nabi besar Muhammad SAW.
Allâhumma shalli 'alâ Muhammadin wa 'alâ âlihi wa sallim. Semoga shalawat menjadi bagian dalam keseharian kita.
Quran Everyday (Ngaji setiap hari)
Belajar ngaji al qur'an
Learn to read the Quran
Doa untuk Indonesia tercinta:
رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَٰذَا بَلَدًا
Ya Tuhanku jadikanlah negeri ini yang aman
Alhamdulillah,
Semoga Allah SWT membuka pintu HidayahNya, aamiin
Dengan mengharap ridho Allah SWT semata mari kita semangatkan membaca al-Quran setiap hari, jadikanlah Alquran membumi dalam diri kita.
Doa untuk saudara-saudara kita di Palestina
Allahumma najji ikhwanan al mu'mininal mustadhafina fi Falisthin wafi kulli makan.
Ya Allah jadikanlah kami, istri-istri kami, anak-anak kami dan keturunan kami selalu mencintai mu ya Allah, mencintai nabi Muhammad SAW dan nabi lainnya, mencintai Al-Qur'an dan Islam serta sesama mahlukMu.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةٌ تُحْيِي بِهَا رُوحِي، وَ تُوَفِّرَ بِهَا فُتُوحِي، وَ تَرفَعَ بِهَاحَاجَاتِ ، وَتُنَوْرَ بِهَا قَلْبِي
"Allahumma Shalli 'ala Sayyidina Muhammadin Sholatan tuhyi biha Ruhi, wa tuwafiru biha futuhi wa tarfa'u biha hajati, wa tunawwiru biha Qolbi"
Prophet Muhammad never said he was Sunni, he only gave us the Sunnah. Prophet Muhammad never said he was Shia but through his daughter Fatimah gave us Hasan and Hussein, the Prophet never said he was Hanafi, Sufi, it's all made up, so be yourself first as a Muslim who submits only to Allah Azza wa Jalla
Semoga Allah tambahkan rezekinya dan limpahkan kesehatan dengan memutar dan ikut bertilawa Al-Qur'an, selalu bershalawat kepada baginda nabi Muhammad SAW, serta membagikan video ini, juga semoga para Qari' dan pembuat aplikasi mendapat pahala disisi Allah SWT aamiin🙏"
Aku pribadi merasa ayat-ayat Surah Al-Baqarah 94-101 ini sangat “nampol” kalau dibaca pelan-pelan sambil direnungkan. Di mushaf yang kupakai, bagian ini ada di Halaman 15 Juz 1, dan biasanya aku tandai pakai stabilo supaya gampang balik lagi. Isi ayatnya mengingatkan tentang orang-orang yang mengklaim surga hanya milik kelompok mereka, padahal kalau benar yakin, mereka pasti berani “menyetor diri” kepada Allah dan tidak terlalu cinta dunia. Di OCR mushaf yang kupirim, kelihatan terjemahan seperti: “Katakanlah (Muhammad), ‘Jika negeri akhirat di sisi Allah itu khusus untukmu saja, bukan untuk orang lain…’” lalu dilanjut, mereka diminta untuk “meminta kematian” kalau memang klaim mereka jujur. Tapi ayat berikutnya menegaskan, mereka tidak akan pernah berani karena sadar banyak dosa yang sudah mereka lakukan. Di sini aku sering kejedot, karena aku pun kadang terlalu nyaman dengan dunia dan lupa mempersiapkan akhirat. Lanjut ayatnya, ada bagian: “Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan dunia…” Bahkan ada yang ingin diberi umur seribu tahun. Tapi umur sepanjang apa pun, tidak akan bisa menjauhkan dari azab kalau amal kita berantakan. Ini bikin aku berpikir ulang soal target hidup: selama ini ngejar apa sih? Karier, uang, atau ridha Allah? Di potongan lain, disebutkan tentang Jibril dan Mikail: “Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.” Dulu aku cuma baca sekilas, tapi makin sering ngaji setiap hari (Quran Everyday / ngajisetiaphari), aku merasa penting banget untuk kenal peran malaikat seperti Jibril yang menurunkan Al-Qur’an ke hati Nabi. Ayat ini menegaskan bahwa permusuhan kepada mereka sebenarnya menunjukkan penolakan kepada kebenaran itu sendiri. Bagian akhir dari rangkaian ayat 94-101 ini juga menyindir orang-orang yang sudah diberi Kitab, tapi malah “melempar” Kitab Allah ke belakang punggung mereka, seakan-akan tidak tahu. Di sinilah aku merasa tersindir: kita punya mushaf di rumah, di HP ada aplikasi tilawah (bahkan di gambar tertulis SABEQ COMPANY, MUFTI TAQI USMANI sebagai pengarah terjemah), tapi seberapa sering benar-benar kita buka dan amalkan? Supaya ayat-ayat Al-Baqarah 94-101 ini tidak sekadar jadi bacaan, aku coba terapkan beberapa hal praktis: 1. Menjaga niat saat belajar ngaji Al-Qur’an, bukan buat pamer hafalan, tapi benar-benar berharap hidayah. Aku usahakan minimal satu halaman per hari dari Juz 1 dulu, konsisten. 2. Menggabungkan tilawah dengan doa: setelah baca ayat tentang akhirat, aku biasanya lanjut berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman,” sambil khusus mendoakan Indonesia dan saudara-saudara di Palestina. 3. Memperbanyak shalawat, seperti yang aku tulis di caption: "Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad…" karena shalawat bikin hati lebih lembut menerima ayat-ayat Al-Qur’an. Kalau kamu lagi mulai belajar Surah Al-Baqarah ayat 94-101, tidak harus langsung paham tafsir mendalam. Mulai saja dengan baca pelan, pahami terjemahan Indonesia atau Inggris di mushafmu, lalu catat satu pelajaran kecil setiap hari. Lama-lama ayat-ayat ini bukan cuma hafalan, tapi jadi cermin buat diri sendiri.



















































