IRT Nyesal Baru Tau SpongeBob Berhenti Tayang, Apa Penyebabnya Ya Kak ?

Haaaiii 👋🏼

Assalamu'alaikum Teman-2 🍋 🤗

Aku kaget + sedih begitu dengar kabar kalo serial SpongeBob SquarePants resmi berhenti tayang di GTV per September 2026 setelah hampir 20 tahun menemani masa kecil kita dan anak - anak kita. Rasanya ada bagian dari nostalgia yang mendadak hilang, ya? 🥺

Ternyata, ada beberapa fakta dan faktor utama di balik hilangnya tontonan kesayangan kita ini:

1. Penurunan Rating & Perubahan Tren: Penonton TV makin berkurang karena masyarakat dan anak-anak lebih memilih media sosial serta platform streaming.

2. Masalah Masa Lisensi: Biaya hak siar/lisensi program internasional sangat mahal dan perpanjangannya butuh kesepakatan rumit antarpihak.

3. Shift ke Layanan Eksklusif: Tren studio animasi global sekarang lebih memprioritaskan penayangan secara eksklusif di platform OTT/streaming berbayar mereka sendiri.

4. Perubahan Slot Tayang: Jam tayang yang biasanya diisi SpongeBob kini sudah digantikan oleh serial lain seperti Pada Zaman Dahulu dan Kiko.

Gimana nih, menurut Kakak, platform apa yang sekarang paling sering Kakak pakai buat nostalgia tontonan masa kecil?

#RealitaDewasa #BaruTau#SerialKartun Lemon8IRT Lemon8 Family ✨ Lemon8_ID

9/7 Diedit

... Baca selengkapnyaJujur, pas pertama kali baca kabar SpongeBob berhenti tayang di GTV, rasanya kayak ditinggal pergi seseorang yang udah lama nemenin hari-hari. Mungkin itu juga yang bikin banyak orang nyari jawaban dengan kata kunci kayak “kenapa dia pergi” – karena memang berasa kehilangan. Kalau dipikir-pikir, SpongeBob itu bukan cuma kartun. Buat banyak IRT kayak aku, dia temen setia waktu nemenin anak sarapan, beres-beres rumah, atau waktu butuh hiburan ringan sambil istirahat. Tiba-tiba denger “film kartun ini berhenti tayang” di GTV, berasa masa kecil kita resmi pamit. Dari yang aku pelajari, alasan kenapa SpongeBob seolah “pergi” dari TV kita itu mirip banget sama hubungan yang pelan-pelan renggang: - **Pelan-pelan jarang ketemu**: Rating TV turun karena kita dan anak-anak lebih sering nonton di HP. Jadi wajar kalau stasiun TV mulai mikir ulang. - **Biaya makin tinggi**: Lisensi kartun internasional kayak SpongeBob itu mahal. Butuh negosiasi panjang dan belum tentu ujungnya cocok. - **Dia pindah ke “rumah” baru**: Sekarang banyak studio kartun fokus di platform streaming berbayar. Jadi kalau mau ketemu SpongeBob, kita harus “nyamperin” ke tempat barunya, bukan nunggu di TV free-to-air. Aku sendiri akhirnya mulai cari-cari cara lain buat nostalgia. Kadang nonton cuplikan SpongeBob di YouTube, kadang streaming di platform berbayar pas lagi ada promo. Sensasinya memang beda sama dulu nunggu jam tayang di GTV, tapi lumayan buat ngobatin rindu. Sisi positifnya, berhentinya SpongeBob di TV bikin aku lebih mikir soal **menghargai waktu luang** bareng keluarga. Dulu TV sering nyala terus sebagai “teman rumah”. Sekarang aku lebih sering ajak anak ngobrol soal karakter SpongeBob, Patrick, Squidward, dan Mr. Krabs, atau main game tebak adegan lucu mereka, daripada cuma duduk pasif nonton. Kalau kamu juga lagi ngerasa kehilangan karena SpongeBob nggak tayang lagi, mungkin bisa coba alihin rasa sepi itu ke hal-hal kecil yang bikin hangat: nonton bareng di platform lain, cerita ke anak tentang masa kecil kita, atau sekadar scroll meme SpongeBob yang ngeselin tapi ngangenin. Kadang, ketika sesuatu yang kita suka “pergi”, itu jadi pengingat kalau masa nggak akan selamanya sama. Tapi kenangannya tetap bisa kita simpan dan kita hidupkan lagi dengan cara yang baru.

9 komentar

Gambar Ninaco
Ninaco

tapi saya meras beruntung, karna anak saya yg baru 5 tahun tidak nonton itu lagi, 😁 mending nonton yg 'pada zaman dahulu' ,

Lihat lainnya(1)
Gambar Etin Ajah
Etin Ajah

film ini tidak mendidik anak anak usia dini mencontoh kan yg tidak baik mending nonton pada zaman dahulu dan upin ipin

Lihat lainnya(1)

Lihat komentar lainnya