... Read moreJujur, awalnya aku cuma pakai Pinterest buat nyari art aesthetic dan inspirasi moodboard. Tapi makin ke sini, aku sadar kalau Pinterest itu jauh lebih powerful, apalagi kalau kamu suka visual yang rapi dan estetik.
Biasanya aku mulai dengan bikin board khusus: misalnya “art aesthetic pinterest”, isinya bisa campuran ilustrasi, foto estetik, sampai desain grafis. Dari situ aku suka breakdown lagi jadi board kecil: color palette, typography, poster design, atau cover konten buat Instagram dan blog. Ini ngebantu banget kalau lagi buntu ide, terutama buat kamu yang kerja di dunia kreatif atau UGC.
Yang paling aku suka, Pinterest itu bukan sekadar feed yang lewat gitu aja. Kalau kamu upload konten yang sudah dioptimasi (judul jelas, deskripsi pakai keyword relevan, dan design pin yang eye-catching), pin kamu bisa terus muncul berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Di case klienku, pin bertema “feminine energy” dan “women-owned brands” dengan visual yang soft dan girly itu performnya bagus banget. Banyak pin yang terus dapat impressions, pin clicks, saves, dan outbound clicks tanpa harus di-push tiap hari.
Kalau kamu punya bisnis atau jadi creator, kamu bisa mix antara art aesthetic dengan tujuan bisnis. Misalnya:
- Bikin pin cover blog post dengan desain estetik, lalu arahkan ke artikel tentang home decor, travel, atau tech UGC.
- Pakai foto produk yang estetik (kayak coffee setup, desk setup, atau skincare flatlay) sebagai background.
- Tambahkan teks singkat di pin: “Unlock the secrets…”, “Tech UGC tips & tricks”, atau “Learn how to grow your website traffic with Pinterest”. Ini bikin orang lebih tertarik buat klik.
Pinterest juga tempat yang seru buat dukung women-owned brands. Aku sering simpan pin tentang brand kecantikan, fashion, sampai coffee brand yang dimiliki perempuan. Sekalian bikin board khusus “women-owned brands” dengan vibe feminine energy, jadi tiap kali butuh ide belanja atau konten, aku tinggal buka board itu.
Kalau kamu pengen mulai, tips simpel dariku:
1. Tentuin dulu vibe yang kamu mau: minimalis, colorful, dark aesthetic, atau feminine.
2. Cari keyword seperti “art aesthetic pinterest” lalu save pin yang paling menggambarkan style kamu.
3. Bikin beberapa board terkurasi (bukan asal save), jadi profile kamu kelihatan rapi dan profesional.
4. Kalau kamu creator/UGC, sisipkan juga pin soal portfolio, case study (misalnya hasil naiknya impressions dan outbound clicks), dan link ke blog atau landing page kamu.
Dengan cara ini, Pinterest bukan cuma jadi tempat cari inspirasi, tapi juga jadi mesin traffic dan ruang kreatif buat bangun brand personal atau bisnis kamu, tetap dengan sentuhan art aesthetic yang kamu suka.