Ingetttt yaaa kalo masih remaja masih sekolah tuh skincarenya jangan aneh-aneeeeh! Cukup yang dasar-dasar aja, karena apa? karena saat masih remaja kulit kalian masih sangat aktif regenerasi sehingga untuk skincare dari luar belum membutuhkan bahan-bahan aktif atau semacamnya🫶🏻
Mulai jaga skin barrier kamu ya bestiessss! Supaya tidak menyesal dikemudian hari xixixi🫰🏻✨️
... Baca selengkapnyaAku dulu sempat bingung banget soal cara pakai moisturizer dan sunscreen di morning skincare. Kelihatannya simpel, tapi kalau urutan dan jumlahnya salah, kulit bisa jadi greasy atau malah kusam. Jadi di sini aku mau share versi aku yang masih remaja dan masih sekolah.
Morning skincare aku biasanya mulai dari facewash yang lembut, tanpa SLS dan bukan yang bikin wajah keset ketarik. Abis cuci muka, aku pakai toner dengan kandungan hyalu yang lebih ringan. Toner ini aku tuang sedikit di telapak tangan, tepuk pelan ke wajah sampai agak menyerap. Fungsinya buat kasih hidrasi awal, jadi moisturizer dan sunscreen nanti lebih nempel dan nggak terlalu berat.
Setelah toner, baru masuk ke moisturizer. Karena ini basic step skincare untuk remaja, aku pilih moisturizer yang teksturnya gel atau lotion ringan, non-comedogenic, dan nggak banyak klaim aktif macam-macam. Cara pakainya: ambil sedikit dulu, seukuran kacang polong, ratakan di pipi, dahi, hidung, dan dagu. Kalau kulit terasa masih kurang lembap, baru tambah dikit. Kuncinya jangan langsung banyak, karena kalau kebanyakan, sunscreen di atasnya bisa gampang geser dan jadi nggak nyaman.
Nah, bagian paling penting di morning skincare tentu sunscreen. Aku biasanya pakai sunscreen dengan SPF minimal 30 yang nyaman buat dipakai ke sekolah. Cara pakainya aku ikuti aturan dua jari: produk sunscreen ditarik di dua jari telunjuk dan tengah, lalu diaplikasikan di seluruh wajah dan leher. Jangan lupa area dekat telinga dan bawah rahang, karena sering banget kelewat. Sunscreen aku tap-tap pelan, bukan digosok terlalu keras, supaya nggak pilling di atas moisturizer.
Urutannya: facewash → toner hyalu ringan → moisturizer → sunscreen. Jarak antara moisturizer dan sunscreen aku kasih waktu sekitar 1–2 menit, biar moisturizer sempat meresap dulu. Di aku, ini bikin sunscreen lebih menyatu dan nggak gampang luntur kalau kena keringat.
Kalau kulitmu berminyak, bisa pilih moisturizer yang oil-free dan sunscreen dengan finish matte. Kalau kulit cenderung kering, tekstur moisturizer boleh sedikit lebih rich, tapi tetap simple dan aman buat remaja. Intinya, skincare remaja itu fokus ke jaga skin barrier dan proteksi dari matahari, bukan ke bahan aktif yang berat.
Untuk night skincare, aku tetap pakai basic step: micellar water buat bersihin debu dan sisa sunscreen, lanjut facewash lembut, toner, lalu moisturizer. Aku sengaja belum pakai active ingredients, karena di usia remaja kulit masih aktif regenerasi. Dengan routine sederhana tapi konsisten ini, kulit aku jauh lebih jarang breakout dan nggak gampang iritasi.
Sharing ini based on pengalaman pribadi aku, jadi boleh banget kamu sesuaikan dengan kondisi kulitmu. Yang penting, jangan skip moisturizer dan sunscreen di morning skincare, karena dua step ini yang paling kerasa bedanya di jangka panjang buat skin barrier kita.
kalo menurutku toner itu gak seberapa penting di basicnya, yg penting fw,ms,ss udah cukup menurutku, dan fungsinya toner cuma melembabkan aja