Naksir, Tapi Nggak Pernah Bilang- Move Onnya Susah

Pernah nge-crush cowok waktu SMA, tapi bukan cowok biasa…Aku mulai notice dia pas pulang latihan ekstrakurikuler yang sama. Tipe cowoknya tuh… tenang, kalem, sedikit misterius. Nggak banyak gaya, tapi berasa smart.

Aku baru ngerasa dia keren banget pas dia jawab pertanyaan senior soal materi latihan. Jawabannya simpel tapi ngena. Aku nggak langsung suka. Cuma… penasaran. Ada rasa kagum gitu ahaha ngeles bet yaa…Dia beda. Pintar tapi nggak sok pintar. Kayak… effortlessly menarik. Ngobrol sama dia? Cuma pas nagih iuran doang—aku bendahara waktu itu 😅Crush-nya diem-diem, nagih iurannya niat. SMA emang tempatnya jatuh cinta diam-diam.

Kalian pernah suka sama orang tapi nggak pernah bilang juga nggak sih? kalau iya Spill Inisianya dong!

#KisahTerpendam #Lemon8QnA #crush #dokter

2025/5/31 Diedit ke

... Baca selengkapnyaYang bikin aku paling keinget dari masa itu tuh satu kalimat: "Ada seseorang yang bukan lagi milikku tapi selalu tinggal di pikiranku." Padahal dari awal aja dia bukan milikku, karena aku nggak ngomong apa-apa. Semua cuma numpang lewat di kepala, tapi nangkringnya lama banget. Dulu, setiap dia sibuk belajar biologi, aku sibuk stalking IG-nya. Ngeliat dia upload foto praktikum, aku yang deg-degan sendiri. Kadang rasanya pengin banget cuma bilang, "Aku suka kamu," tapi ujung-ujungnya cuma ngetik di notes atau buku catatan, terus disimpan rapat-rapat. Seolah-olah kalau aku jujur, semuanya bakal berubah dan itu yang paling aku takutin. Punya crush yang kita simpan sendiri tuh rasanya unik. Di satu sisi, aman karena nggak ada risiko ditolak. Di sisi lain, nyesek karena nggak ada kesempatan buat diterima juga. Aku sering mikir, kalau dulu aku ngomong, hasilnya bakal beda nggak ya? Tapi lama-lama aku sadar, rasa penasaran itu memang bagian dari proses belajar mengenal diri sendiri. Proses move on dari orang yang bahkan nggak pernah tau kita suka sama dia juga ternyata nggak gampang. Bukan karena kenangan berdua, tapi karena imajinasi kita sendiri: bayangan "andai aja" yang nggak selesai-selesai. Aku pelan-pelan belajar untuk berdamai dengan kalimat itu. Bukan lagi, "Dia harus jadi milikku," tapi lebih ke, "Dia pernah jadi tokoh utama di masa remajaku, dan itu cukup." Sekarang kalau keinget lagi, aku justru senyum. Dia calon dokter, aku dulu bercanda di kepala, "Aku calon istri?" padahal kenyataannya ya cuma calon penulis kisah terpendam. Tapi dari cerita ini, aku belajar kalau nggak ngomong juga adalah pilihan, dan setiap pilihan ada konsekuensinya. Kadang kita pilih diam karena belum siap sama jawabannya. Kalau kamu juga lagi di fase "aku nggak ngomong" ke orang yang kamu suka, nggak apa-apa kok. Nikmatin dulu proses suka dalam diamnya, tapi sambil pelan-pelan nanya ke diri sendiri: apa yang sebenarnya kamu mau? Tetap menyimpan perasaan itu sebagai cerita manis, atau suatu hari nanti berani jujur, apapun hasilnya. Pada akhirnya, yang paling penting bukan dia atau jawabannya, tapi keberanian kamu buat jujur sama perasaan sendiri.

11 komentar

Gambar AdamAuni
AdamAuni

🥰🥰🥰