Surat At-Taubah tidak diawali basmalah?

Pasti kita semua pernah bertanya-tanya setiap kali bacaan kita sampai pada Surat At-Taubah,

"Kenapa ya Surat At-Tubah tidak diawali bacaan basmalah?"

Sederhananya basmalah adalah bacaan yang mengandung Rahmat dan kasih sayang Allah SWT. sedangkan surat At-Taubah turun dengan membawa syariat perang.

Apa hukum jika membacanya?

Sebagian ulama berpendapat haram hukumnya, dan pendapat lainnya mengatakan makruh. Namun lebih baik jika tidak membacanya.

Semoga bermanfaat ♥︎♥︎♥︎

Maaf apabila ada kekurangan dan silahkan menambahkan(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)

Lemon8_ID

#DirumahNgapain #BelajardiLemon8 #Lemon8 #lemon8skintest #alquran #BakalKaget #Religious #BerkahnyaRamadhan #islamicreminder #ramadhan

2024/3/24 Diedit

... Baca selengkapnyaJujur, dulu setiap baca Surat At-Taubah aku selalu berhenti sebentar karena bingung, kok di mushaf langsung lanjut dari Al-Anfal tanpa ada basmalah. Setelah coba cari-cari penjelasan dari beberapa kajian dan buku tafsir, ternyata alasannya cukup dalam dan bikin makin hati-hati saat membacanya. Pertama, dari sisi sejarah turunnya (asbabun nuzul). Surat At-Taubah turun di masa Rasulullah ﷺ ketika Islam sudah kuat dan ada banyak peristiwa terkait orang-orang munafik, pengkhianatan perjanjian, dan syariat perang. Karena itu sebagian ulama menyebut At-Taubah juga dengan nama "Al-Bara'ah" (berlepas diri). Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi tidak menerima bacaan basmalah di awal surat ini, sehingga para sahabat pun menuliskannya di mushaf tanpa basmalah. Kalau kita perhatikan makna basmalah, di dalamnya ada permohonan rahmat dan kasih sayang Allah: "Bismillahirrahmanirrahim" – dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sedangkan kandungan utama Surat At-Taubah banyak berbicara tentang ancaman, teguran keras bagi orang munafik, dan pengumuman perang terhadap orang-orang yang melanggar perjanjian. Karena itu, para ulama menjelaskan: basmalah adalah kalimat rahmat dan keamanan, sementara At-Taubah turun dalam konteks perang dan berlepas diri dari orang yang jauh dari rahmat Allah. Dua suasana ini seolah tidak selaras. Lalu bagaimana dengan ta'awudz di Surat At-Taubah? Umumnya, ta'awudz (a'udzu billahi minasy syaithanir rajim) tetap disunnahkan sebelum membaca Al-Qur'an, termasuk sebelum membaca At-Taubah, karena ini berlaku umum untuk semua surat. Jadi, saat membuka mushaf di At-Taubah, cukup membaca ta'awudz saja tanpa menambah basmalah di awal surat. Tentang hukum membaca basmalah di awal At-Taubah, para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan haram, ada yang mengatakan makruh, tetapi banyak yang menyarankan untuk ditinggalkan saja demi kehati-hatian dan mengikuti mushaf yang sudah disepakati para sahabat. Di tengah-tengah suratnya, kalau ada ayat yang berada di tengah-tengah rangkaian ayat (bukan awal surat), kita cukup mulai dengan ta'awudz atau langsung dari potongan ayat sesuai kebutuhan, tanpa menambah basmalah. Aku pribadi sekarang jadi lebih paham: ketika melewati Surat At-Taubah, rasanya seperti diingatkan bahwa tidak semua ayat turun dalam suasana kelembutan – ada juga ayat-ayat yang keras sebagai bentuk keadilan Allah. Tapi tetap, di dalamnya juga ada ayat-ayat tentang taubat dan pintu kembali kepada-Nya. Jadi setiap baca At-Taubah, aku niatkan untuk muhasabah diri: jangan sampai termasuk golongan yang jauh dari rahmat Allah. Buat kamu yang juga sempat bingung soal "kenapa At-Taubah tidak diawali bismillah" atau mencari penjelasan tentang hadits basmalah, ta'awudz Surat At-Taubah dan artinya, semoga rangkuman singkat pengalaman belajarku ini bisa jadi titik awal untuk lanjut ngaji ke ustaz/ustazah dan kitab tafsir yang lebih lengkap.