Buka usaha itu gak semulus yang dibayangkan ya 🥹 Aku mau cerita sedikit tentang usaha makananku, spaghetti brulee dan macaroni schotel dengan sistem PO. Awal buka PO lancar-lancar aja bisa sampai 30pcs/hari. Ada yg order buat acara ulang tahun, ada juga yang beli satuan. Gak apa-apa tetep aku layani.
Tapiii...ada kendala yang aku hadapi. Setiap order customerku minta dianter sampai ke depan rumahnya dan gak mau gosend 🥺 Padahal harga yang aku jual cuma harga produksi dengan keuntungan yang gak banyak. Kalo minta anter gitu kan modal bensin lagi huhuhu...#SusahnyaCariUang akhirnya aku memutuskan untuk libur dulu sementara waktu sambil memikirkan solusinya.
Kalian mau bantu kasih solusi? Bisa share di kolom komentar ya 🙏
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali nekat jualan spaghetti brulee dan macaroni schotel, aku sama sekali nggak nyangka bisa dapat orderan sampai 30 cup per hari. Awalnya aku cuma upload foto di sosmed, kasih keterangan menu, harga, dan sistem PO. Ternyata banyak yang penasaran karena jarang ada yang jual spaghetti brulee di daerahku.
Aku pakai wadah aluminium kecil biar aman kalau dipanggang dan gampang dibawa. Dari segi modal, bahan utama yang paling nguras itu keju, susu, dan butter. Biar tetap bisa jual dengan harga yang masuk akal, aku hitung detail banget: modal per cup, gas, listrik, sampai kemasan. Tapi jujur, aku nggak terlalu hitung tenaga dan waktu, karena mikirnya masih sambil belajar jualan.
Masalah mulai kerasa pas orderan makin banyak. Banyak pelanggan minta dianterin langsung ke depan rumah, nggak mau pakai GoSend atau ojol lainnya. Sementara harga jual yang kupasang itu beneran mepet sama harga produksi. Ditambah lagi, kadang mereka order cuma 1–2 cup tapi tetap minta dianter. Di satu sisi aku seneng karena dagangan laku, di sisi lain capek dan bensin kebabat habis.
Dari situ aku mulai mikir ulang: kalau mau lanjut jualan, harus ada aturan yang jelas. Misalnya, minimal order untuk bisa dianter gratis, di bawah itu wajib pakai GoSend atau ambil sendiri. Bisa juga kasih opsi: ada harga khusus kalau mau dianter langsung (jadi ada ongkir versi aku sendiri). Menurutku, di awal jualan kita suka nggak enakan sama pelanggan, tapi kalau terus-terusan nurutin, ujungnya kita yang tekor dan capek sendiri.
Aku juga kepikiran buat naikin harga sedikit, tapi dibarengin sama branding yang lebih niat: foto makanan lebih rapi, kasih label kecil di kemasan, dan tulis deskripsi menu yang bikin orang merasa "worth it" bayar lebih. Kan di gambar juga kelihatan kalau spaghetti brulee dan macaroni schotel itu kelihatan creamy dan kejunya keemasan, jadi sayang kalau dijual terlalu murah.
Sekarang aku lagi fase istirahat dulu sambil evaluasi. Aku catat semua: menu paling laris, jam order rame, dan tipe customer yang sering repeat order. Rencananya, kalau buka PO lagi, aku mau:
- Tentuin minimal order untuk free ongkir
- Wajibkan pengiriman via ojol untuk area tertentu
- Naikin harga sedikit biar ada untung sehat, bukan cuma capek
- Bikin jadwal PO jelas, misal cuma 2–3 kali seminggu supaya nggak keteteran
Buat kamu yang juga lagi mulai jualan makanan rumahan, terutama jualan menu creamy kayak spaghetti brulee dan macaroni schotel, menurutku penting banget dari awal berani pasang aturan. Bukan berarti kita jutek sama customer, tapi supaya usaha bisa awet dan kita nggak burn out. Kalau kamu punya cara ngatur ongkir dan harga jual yang lebih enak, boleh banget share, siapa tahu bisa kupraktekin juga.
Harus pakai ongkir kak, aku biasanya gratis max 5 km. Biaya ongkir itu bukan cuma bensin aja, biaya waktu kakak yang berkurang buat siap*, nganterin PP lagi. Harus tegas, kalau nggak enakan yakin pasti akan ada customer yang suka makanan dan mau bayar ongkir. Semangat kak ❤️
pake biaya ongkir gitu gmn kak.tambahin 2atau 5rb