Ini cerita pengalaman pribadi anak bujangku. Tiga tahun lalu pas anak bujangku jadi panitia ngawalin ospek adik kelas di luar kota.
#PendapatKu Sebelum pergi seperti biasa anak bujangku pamitan sama aku & paksu,setelah paksu uang saku selama disana,aku kasih tambahan uang,aku pesan ke dia untuk masukkin uang ini ke kotak amal musholla saat pertama kali sholat diperjalanan sesudah baca Al Fatihah dan ayat kursi.
#PertolonganDoa Karena perjalanan masih jauh, akhirnya anak bujangku dan rombongan sholat di mesjid.
Alhamdulillah anak bujangku masih ingat dan praktekkin pesanku.
Pas sampai di lokasi ospek,sebelum masuk anak bujangku ngucapin:
"assalamu'alaina wa'ala ibadissholihin '
Dengan nada seperti ngucap salam mau masuk rumah.
Eh....malah diledekkin sama temen-temen nya dibilang koq ngucap salam segala terus ngucap salamnya koq beda.
Selang beberapa jam kemudian satu persatu anggota peserta ospek dan panitia yang gak sholat banyak kena kesurupan.
Anak bujangku heran koq bisa banyak yang kena kesurupan dan orang - 2 yang sholat dijalan tadi bareng anak bujangku gak kesurupan.
... Baca selengkapnyaJujur, sebelum dapat cerita ini dari anak bujang, aku sendiri dulu kalau dengar kata kesurupan pasti kebayangnya cuma dari meme kesurupan atau foto orang kesurupan yang sering lewat di sosmed. Kelihatan lucu, diedit jadi bahan bercandaan. Tapi begitu kejadian nyata menimpa orang yang kita sayang, rasanya beda banget.
Anakku cerita, suasana waktu itu lagi capek-capeknya. Panitia dan peserta ospek sama-sama lelah, banyak yang skip sholat karena mikir, "Nanti aja, sekarang masih sibuk." Di titik itu aku jadi kepikiran, mungkin di tempat-tempat yang ramai dan penuh tekanan kayak gitu, kita justru butuh perlindungan lebih, bukan malah longgar.
Dia bilang, waktu satu per satu mulai kesurupan, suasananya jauh dari yang selama ini kelihatan di meme kesurupan. Nggak ada lucu-lucunya. Ada yang teriak, ada yang nangis, ada yang sampai harus dipegangin beberapa orang. Panitia panik, peserta takut, suasana mendadak tegang. Katanya, kalau lihat langsung, kita nggak akan tega lagi jadikan foto orang kesurupan sebagai bahan candaan.
Di sisi lain, anakku dan beberapa teman yang dari awal ikut sholat di perjalanan dan berusaha jaga dzikir justru merasa lebih tenang. Bukan berarti mereka lebih suci, tapi setidaknya mereka merasa ada yang "jaga". Dia ingat pesan aku soal sedekah di kotak amal musholla, baca Al-Fatihah dan ayat kursi, terus biasakan ucap salam ketika masuk area baru. Hal-hal kecil yang kadang kita remehkan, tapi di momen kayak gitu terasa banget manfaatnya.
Sebagai ibu rumah tangga (IRT) 45+ yang lihat foto anak sendiri berdiri di depan masjid berkubah emas, aku cuma bisa bersyukur. Di balik satu foto senyum di taman, ada cerita panjang tentang bagaimana Allah lindungi dia dari kejadian kesurupan masal itu. Bukan karena dia paling baik, tapi mungkin karena sedikit usaha menjaga sholat dan doa tadi.
Dari pengalaman ini, aku jadi lebih hati-hati menyikapi konten soal kesurupan. Kalau lihat meme kesurupan atau foto orang kesurupan, aku sekarang lebih pilih scroll lewat, karena aku tahu di balik itu bisa jadi ada keluarga yang cemas, ada ibu yang nangis, ada teman-teman yang trauma.
Buat yang sering ikut acara ospek, kemah, live in, atau kegiatan di tempat baru, aku cuma mau berbagi beberapa kebiasaan yang sekarang selalu aku ingatkan ke anak:
1. Jangan tinggalkan sholat, sebisa mungkin cari musholla atau masjid terdekat.
2. Biasakan baca doa safar, ayat kursi, Al-Fatihah, dan dzikir singkat.
3. Kalau masuk area baru, ucap salam dan jaga sikap.
4. Jangan sembarangan bercanda soal hal-hal gaib, apalagi menantang.
Ini murni pengalaman pribadi, bukan bermaksud menakut-nakuti. Justru aku pengin ajak teman-teman sharing juga: kalian kalau lihat atau dengar soal kesurupan, entah dari meme, foto, atau kejadian langsung, gimana cara menyikapinya? Ada yang pernah ngalamin atau lihat sendiri kesurupan masal kayak anakku? Yuk cerita di kolom komentar, biar pengalaman kita bisa jadi pelajaran bareng-bareng.
dulu saat di sekolah SMA kk🥰