Lemon8Komunitas gaya hidup

Send To

Line
Facebook
WhatsApp
Twitter
Salin tautan

Dapatkan pengalaman lebih lengkap di aplikasi

Temukan lebih banyak postingan, hashtag, dan fitur di aplikasi.

Buka Lemon8
Buka Lemon8
Buka Lemon8
Jangan sekarang
Jangan sekarang
Jangan sekarang
  • Kategori
    • Untuk Anda
    • Food
    • Beauty
    • Fashion
    • Home
    • Travel
    • Skincare
  • Versi aplikasi
  • Bantuan
  • Indonesia
    • Indonesia
    • 日本
    • ไทย
    • Việt Nam
    • Malaysia
    • Singapore
    • US
    • Australia
    • Canada
    • New Zealand
    • UK
Situs web resmiKebijakan privasiPersyaratan LayananCookies Policy
Yang Cukup Dipandang
Malam adalah sebuah jendela, dan aku hanyalah sepasang mata yang belajar mencintai tanpa mengetuk pintunya. Di sana, bulan dan Venus pernah tampak begitu dekat— seolah jarak hanyalah tipuan cahaya. Padahal aku tahu, ada langit-langit yang tak tersentuh, ada orbit yang tak boleh disil
~FERN~

~FERN~

1 suka

Bahasa Yang Tidak Perlu Diterjemahkan
Semoga kelak, kau bertemu seseorang yang tahu membaca hujan tanpa bertanya mengapa langit memilih menangis. Seseorang yang mengerti bahasa diam— tahu bahawa sunyi kadang bukan ketiadaan kata, melainkan terlalu banyak rasa yang tak menemukan jalan pulang. Semoga ia menjadi rumah bagi
~FERN~

~FERN~

4 suka

Hujan Yang Kembali
Aku pernah mengubur namamu di bawah tanah waktu, menyangka akar kenangan akhirnya akan berhenti tumbuh. Lalu malam datang— membawa wajahmu seperti hujan pertama ke tanah yang hampir kering. Dan aku, yang sudah belajar menjadi langit tanpa menunggu matahari, kembali menjadi laut yang
~FERN~

~FERN~

1 suka

Bahasa Yang Tak Perlu Diterjemahkan
Semoga suatu hari kau bertemu seseorang yang tidak memintamu membawa kamus setiap kali hatimu berbicara. Seseorang yang tahu bahawa diammu bukanlah dinding, melainkan pintu yang terlalu lama kau takut buka. Yang mengerti, ada luka-luka yang tidak pandai menjadi kata, hanya mampu m
~FERN~

~FERN~

9 suka

Antara Langit Dan Hati
Jangan hanya belajar menyebut nama langit jika kau masih gemar memijak bumi orang lain. Kerana doa bukan sekadar tangga untuk menuju Tuhan, ia juga seharusnya menjadi jembatan agar manusia tidak saling menjatuhkan. Apa gunanya tangan yang rajin menadah, jika jemarinya masih menunj
~FERN~

~FERN~

0 suka

Jalan Pulang
Aku pernah menjadi sehelai daun yang terlalu lama mengejar angin— hingga lupa pokok mana yang pernah memanggil namaku. Kucari diriku di antara jalan-jalan asing, di rumah yang bukan milikku, di mata orang lain, seolah-olah kehilangan bererti aku harus pergi sejauh mungkin untuk menemuk
~FERN~

~FERN~

2 suka

Yang Tertinggal Di Dalam Diri
Aku bukan kehilangan arah— aku hanya terlalu lama menjadi jalan untuk langkah orang lain. Tubuhku masih menjadi rumah, masih membuka jendela setiap pagi, masih membiarkan cahaya jatuh ke lantai yang sama. Namun di sebuah sudut yang tak pernah disentuh mata, ada satu kamar yang perlah
~FERN~

~FERN~

0 suka

Satu Kehidupan
Kita sering menitipkan harapan pada kalimat “di kehidupan lain,” seolah takdir menyediakan pintu kedua untuk segala yang tak sempat kita jalani. Padahal— hidup hanyalah sebuah lilin kecil yang sekali menyala, perlahan menghabiskan dirinya sendiri. Tak ada pagi kedua untuk matahari
~FERN~

~FERN~

0 suka

Rumah Yang Tidak Pernah Bersuarakan Hujan
Aku adalah rumah yang sejak kecil belajar menutup semua jendelanya— bukan kerana tidak mengenal angin, tetapi kerana terlalu sering hujan turun tanpa ada yang bertanya mengapa atapku bocor. Di dalam diriku ada sebuah bilik kecil tempat seorang anak menyimpan tangisnya di bawah bantal,
~FERN~

~FERN~

7 suka

Suara Yang Belajar Diam
Aku adalah rumah yang terlalu lama menutup semua jendela— bukan kerana tak ingin melihat dunia, tetapi kerana sejak kecil aku belajar bahawa hujan di dalam diri tidak pernah dianggap penting. Maka bila langitku runtuh, aku tidak memanggil sesiapa. Aku hanya duduk di bawah bumbung
~FERN~

~FERN~

1 suka

Aku menjagamu seperti langit menjaga senja— bukan kerana aku tahu matahari akan kembali, tetapi kerana selama ia masih ada, aku mahu memberinya warna yang paling indah. Aku menyayangimu seperti laut menyimpan bulan— tidak pernah meminta bulan untuk tinggal, hanya menerima cahayanya se
~FERN~

~FERN~

0 suka

Bukan Takdir Yang Salah
Mungkin Tuhan tidak mencabut namamu dari langit doaku— hanya mengajariku bahawa tidak semua bintang diciptakan untuk dipetik. Ada bunga yang tumbuh indah di taman hati, namun bukan untuk dibawa pulang; cukup dipandang dari kejauhan, cukup disyukuri kerana pernah mekar di musim yang sa
~FERN~

~FERN~

0 suka

Laut Yang Menyimpan Namamu
Kematian adalah garis pantai yang pasti disentuh, sedangkan pernikahan hanyalah kapal yang belum tentu singgah. Maka jangan terlalu lama menunggu layar putih di ufuk yang belum tentu tiba. Berjalanlah— sebelum senja menghabiskan warna langitmu, sebelum ombak menghapus jejak kaki
~FERN~

~FERN~

0 suka

“Mana Tahu Hari Ini”
Setiap kali aku keluar, ada sepasang langkah yang diam-diam membawa harapan— barangkali di hujung jalan aku akan menemukan kalian lagi. Bukan kerana aku enggan melupakan, tetapi kerana kenangan kadang-kadang menjadi kompas yang jarumnya degil menunjuk kepada tempat yang sudah tiada. G
~FERN~

~FERN~

0 suka

Sebelum Menjadi Kenangan
Akhir-akhir ini laut di dalam dadaku terlalu tenang— seolah-olah ombak sudah lupa cara pulang. Aku masih menjadi langit yang pandai menyembunyikan hujan, masih tertawa di antara gurauan kecil, seolah-olah tidak ada awan yang sedang berubah warna. Hingga suatu hari sebuah suara tua b
~FERN~

~FERN~

4 suka

Bulan Dan Venus
Aku pernah menutup mata, menghitung sampai tiga, lalu berharap ketika kubuka kembali langit telah mengubah takdir. Namun yang kutemukan hanyalah bayangan yang terlalu pandai menyerupai kenyataan. Kau adalah Venus yang sesekali singgah di langit malamku— indah, namun terlalu jauh unt
~FERN~

~FERN~

0 suka

Bulan Yang Tidak Sampai
Aku adalah laut, dan kau adalah bulan— terlihat begitu dekat di permukaan air, namun tak pernah benar-benar jatuh ke dalam pelukanku. Aku tidak meminta langit menurunkanmu kepadaku. Cukuplah cahaya kecilmu pernah menyentuh ombak yang selama ini terlalu sunyi. Mungkin kita memang dic
~FERN~

~FERN~

1 suka

Laut Yang Kurelakan
Aku pernah menjadi pantai yang menggenggam ombak terlalu erat, hingga lupa— ada air yang memang diciptakan untuk kembali ke laut. Maka kali ini, aku memilih menjadi senja; indah dari kejauhan, namun tak pernah meminta langit untuk menahanku. Jika mencintaimu berarti membiarkan kapalm
~FERN~

~FERN~

1 suka

Aku tetap mencintaimu. Meskipun suatu hari nanti, kau sudah lupa pernah ada seseorang yang pernah menyebut namamu dengan begitu hati-hati. Meskipun dunia kita tidak lagi berada di bawah langit yang sama, dan jalan yang pernah hampir bersilang akhirnya membawa kita ke arah yang berbeza.
~FERN~

~FERN~

0 suka

Pintu Yang Lama Terkunci
Aku pernah menjadi taman yang menunggu hujan turun, bukan kerana aku haus akan air, tetapi kerana aku ingin tahu bagaimana rasanya kembali hidup. Namun musim berganti, dan aku belajar tumbuh sendiri. Akar-akarku mencari jalan di tanah yang sunyi, tanpa perlu menunggu sesiapa menanam bun
~FERN~

~FERN~

5 suka

Lihat lainnya
~FERN~
4Mengikuti
394Pengikut
2573Suka dan simpan

~FERN~

menulis tentang apa yang dirasai melalui fikiran bukan perasaan...🖤